Minggu, 27 April 2014

JAMUR: CIRI JAMUR, KLASIFIKASI JAMUR, DAN PERANANNYA

A. Ciri-Ciri Jamur
Jamur merupakan makhluk hidup yang sudah mempunyai membrane inti (eukariot), tetapi tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak mengandung klorofil. Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya.
Jamur ada yang bersel satu, tetapi umumnya bersel banyak. Struktur tubuh jamur bersel banyak terdiri atas miselium dan spora. Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Pada jamur tempe dan jamur oncom, hifa-hifa ini terlihat seperti kapas. Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen (hifa).
Hifa jamur ada yang bersekat dan tiap sekat mengandung satu sel, tetapi ada juga yang tidak bersekat dengan banyak inti sel.
Berdasarkan cara memperoleh makanannya, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. Jamur saprofit banyak ditemukan di atas tanah, kayu lapuk, dan bangkai hewan, misalnya, jamur kuping, jamur merang, dan jamur kayu.
Sementara itu, jamur parasit dapat ditemukan menempel pada kulit manusia, misalnya, jamur panu.
Contoh jamur bersel satu adalah jamur ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan jamur bersel banyak adalah jamur penisilin (Penicillium notatum), jamur tempe (Rhizopus oryzae), dan jamur merang (Volvariella volvacea).
Bentuk dan ukuran jamur sangat bervariasi, ada yang berbentuk seperti lembaran, misalnya jamur kuping, dan ada yang berbentuk seperti payung, misalnya jamur merang.
Jamur juga tidak memiliki flagel dalam hidupnya
B. Reproduksi Jamur
Jamur dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Perkembangan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan sel (fragmentasi) dan pembentukan spora. Pembentukan spora berfungsi untuk menyebarkan spesies dalam jumlah besar.
 Spora jamur dibedakan menjadi dua, yaitu spora aseksual dan spora seksual. Spora  aseksual membelah secara mitosis dan spora seksual membelah secara meiosis. Contoh spora aseksual adalah zoospora, endospora, dan konidia.
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua sel inti yaitu melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium menyebabkan terjadinya Singami, yaitu penyatuan sel dari dua individu.
Singami terjadi dalam tiga tahap, yaitu plasmogami, kariogami, dan meiosis. Pada tahap plasmogami, terjadi penyatuan dua protoplas membentuk sel yang mengandung dua inti yang tidak menyatukan diri selama pembelahan sel (stadium dikariot). Pada saat bersamaan, terjadi pula pembelahan inti bersama. Setelah pembentukan benda buah, terjadilah peleburan sel haploid (kariogami) inti zigot yang diploid. Setelah ini, baru terjadi meiosis, yaitu pembelahan sel dan pengurangan jumlah kromosom menjadi haploid kembali.
Beberapa tipe spora seksual adalah askospora, basidiospora, zigospora, dan oospora.
Perkawinan jamur Ascomycota menghasilkan askospora. Basidiospora adalah spora yang dihasilkan oleh jamur Basidiomycota. Askospora terdapat di dalam askus dan berjumlah 8 spora, sedangkan  basidiospora terdapat di dalam basidium dan berjumlah 4 spora.
C. KLASIFIKASI JAMUR
1 Zigomycota
Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah:
a. biasa hidup sebagai saprofit;
b. miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat
seperti pipa atau buluh;
c. dinding sel terdiri atas kitin, tidak memiliki zoospora sehingga
sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang
tersebar ke mana-mana;

 Contoh dan Peranan Zygomycota
Menguntungkan
-         Rhizopus oryzae bermanfaat dalam pembuatan tempe
-         Mucor javanicus yang terdapat di dalam ragi tape
Merugikan
-         Murcor mucedo, hidup sebagai saprofit pada sisa tumbuhan dan hewan, misalnya, kotoran hewan dan roti busuk. Dari miselium pada subtratnya muncul benang-benang tegak dengan sporangium pada ujungnya.
2. Ascomycota
Jamur sejati mempunyai hifa yang bersekatsekat.Dinding sel terdiri atas kitin dan dapat hidup sebagai saprofit, parasit, atau bersimbiosis.
Ascomycota terbagi dalam beberapa kelas, yaitu:
  1. Hemiascomycetes
Kelompok ini tidak membentuk askokarp dan tidak memiliki hifa. Tubuhnya hanya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat ber tunas sehingga terbentuk rantai sel atau hifa semu
Contoh dari kelas hemiascomycetes khamir dari spesies sacharomycetes, peranan saccharomycetes ini diantaranya
berguna dalam pembuatan roti, alcohol yaitu saccharomyces cerevisiae,
kemudan tuak dari air nira yaitu saccharomyces tuac dan
anggur minuman dari buah anggur yaitu saccharomyces ellipsoideus.
Dan ada juga yang merugikan yaitu candida albicans penyebab sariawan, penyakit mulut dan kerongkongan serta panyebab keputihan
  1. Plectomycetes
Bercirikan adanya askokarp berbentuk bola yang disebut kleistotesiom. Kelompok ini ada yang hidup sebagai saproba, parasit dan hyperparasit
Beberapa contoh dan peranannya adalah
o   menguntungkan
Penicilium notanum dan penicilium chrysogenum yaitu penghasil zat antibiotik (penisilin)
Aspergillus niger, penghasil asam sitrat
Penicilium camemberti untuk meningkatkan kualitas keju
Aspergillus oryzae, perombak zat pati minuman beralkohol
Aspergillus sojae untuk pembuatan kecap
o   merugikan
aspergillus nidulans, parasit pada telinga yang menyebabkan auto mikosis
aspergillus flavus, diduga penyebab kanker hati
aspergillus fumigatus, penyebab penyakit saluran nafas unggas kapangbiru dan hijau, perusak buah jeruk
penicilium islandicum, penyebab yellow rice
penicilium expansum, penyebab buah apel busuk di penyimpanan

  1. Pyrenomycetes
Contoh nya adalah neurospora sitophila yang banyak digunakan di Indonesia untuk membuat oncom dari ampas tahu atau bungkil kacang tanah
3. Basidiomycota
Ciri jamur Basidiomycota adalah memiliki basidium.
Beberapa contoh dan peranan basidiomycota
Menguntungkan :
-         lentinus edodes dan shitake yang bias di konsumsi
-         jamur kuping yang senak dimakan
-         pleurotes, jamurkayu yang enak dimakan
-         ganoderma aplanatum, polyporus giganteus untuk obat obatan atau ganoterapi
-         amanita muscaria, menghasilkan toksin pembunuh lalat
Merugikan :
-         puccinia graminis, menghasilkan bercak bercak seperti karat pada rerumputan juga di sebut jamur karat
4. Deuteromycota (Jamur Imperfeksi)

            Beberapa contoh dan peranan Deuteromycota
            Menguntungkan:
-         Monilia sitophyla, yaitu digunakan untuk membuat oncom dari bungkil kacang
Merugikan:
-         Microsporum, trichopython dan Epidermophyton penyebab penyakit kurap
-         Tinea versicolor penyebab panu

-         Epydermophyton floocosum penyebab penyakit kaki atlet

Kamis, 07 November 2013

Belajar gitar | kunci dasar gitar

Berikut ini akan saya berikan beberapa gambar menekan kunci dasar gitar. Tips dari saya adalah pastikan semua tali berbunyi dengan cara di petik satu per satu.
cara menekan kunci 

(berurutan C, Dm, Em, F, G, Am, Bm)
 c
dm
em
f
g
am
bmboleh di copas asal cantumkan sumber http://Dimasariefw.blogspot.com
berikut ini saya sertakan chord lagu yang mudah untuk di pelajari

urutan kunci yang perlu diingat dari lagu ini hanya C, G, Am, Em, F, C, Dm, G di ulang ulang sampai habis lagu

Gaby - tinggal kenangan


C     G
pernah ada

Am    Em
rasa cinta

F     C
antara kita

Dm   G
kini tinggal kenangan




C     G
ingin kulupakan

Am   Em
semua tentang dirimu

F    C
namun tak lagi

Dm              G         C
kan seperti dirimu, oh bintangku

reff



C          G          Am          Em
jauh kau pergi meninggalkan diriku

F        C      Dm         G
disini aku merindukan dirimu

C              G              Am           Em
kini ku coba mencari penggantimu

F            C             Dm            G           C
namun tak lagi kan seperti dirimu, oh kekasih


bagi yang masih kesulitan dalam memetik gitar, berikut ini posisi jari untuk memetik.
dan ini adalah ketika memetik tali gitar

Kamis, 25 Juli 2013

Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Sel Hewan - Biologi


Jika kita perhatikan tumbuhan dan hewan memiliki perbedaan yang sangat besar, dimana tumbuhan tidak dapat bergerak dengan aktif seperti hewan. Hal ini disebabkan karena bentuk sel tumbuhan yang kaku sehingga tidak fleksibel, berbeda dengan sel hewan yang fleksibel dan bentuknya dapat berubah-ubah.

Selain dari bentuknya, perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan juga dapat dibedakan dari hal-hal berikut:

Gambar Sel Tumbuhan Dan Sel Hewan




Ciri khas sel hewan adalah memiliki sentriol. Sel hewan mengandung dua sentriol yang terdapat dalam sitoplasma di dekat permukaan sebelah luar nukleusnya. Setiap sentriol terdiri atas sebaris silinder sebanyak sembilan mikrotubul, setiap mikrotubul memiliki dua bagian yang terikat padanya. Kedua sentriol biasanya berhadapan dengan sudut tegak lurus.

Sebelum sel membagi diri, sentriolnya melakukan duplikasi dan satu pasang berpindah ke sisi berlawanan pada nukleus, kemudian gelondong pembelahan terbentuk di antaranya. Pada beberapa sel, sentriol berduplikasi membentuk benda basal silia dan flagelata.

Sel tumbuhan memiliki struktur yang tidak dimiliki oleh sel hewan, di antaranya adalah adanya vakuola, kloroplas, dan dinding sel.
a. Vakuola

Vakuola adalah organel sitoplasma yang berisi cairan, dibatasi oleh membran yang identik dengan membran plasma. Vakuola sering terbentuk karena pelipatan membran sel ke arah dalam. Bahan atau buangan dapat ditemukan di dalam vakuola.

Sel tumbuhan berisi banyak vakuola kecil-kecil, tetapi dengan matangnya sel, terbentuklah vakuola tengah yang besar. Molekul makanan yang terlarut, bahan buangan, dan pigmen sering terdapat di dalamnya.
Vakuola memiliki beberapa fungsi, antara lain:
1) Memasukkan air melalui tonoplas yang bersifat diferensial permiabel untuk membangun turgor sel.

2) Vakuola ada yang berisi pigmen dalam bentuk larutan, seperti antosian, termasuk antosianin yang berwarna merah, biru, dan lembayung, juga warna gading dan kuning. Antosian dapat memberi warna pada bunga, buah, pucuk, dan daun. Hal ini, berguna untuk menarik serangga, burung, dan hewan lain yang berjasa bagi
penyerbukan atau persebaran biji.

3) Vakuola tumbuhan, kadang-kadang mengandung enzim hidrolitik yang dapat bertindak sebagai lisosom waktu hidup. Setelah sel mati, tonoplas kehilangan sifat diferensial permiabelnya sehingga enzim-enzimnya lolos keluar menyebabkan autolisis (penghancuran diri).

4) Menjadi tempat timbunan sisa-sisa metabolisme, seperti kristal kalsium oksalat dan beberapa alkaloid, seperti tanin. Lateks (getah) dapat berkumpul dalam vakuola dalam bentuk emulsi. Sel khusus yang berfungsi seperti ini disebut latisifer, misalnya pada Hevea brasiliensi dan Cannabis sativa.

5) Menjadi tempat penyimpanan zat makanan terlarut yang sewaktu-waktu dapat digunakan oleh sitoplasma. Misalnya, sukrosa dan garam mineral.

b. Kloroplas

Kloroplas hanya terdapat pada sel-sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Pada sel tumbuhan, kloroplas biasanya dijumpai dalam bentuk cakram dengan diameter 5 - 8 μm dan tebal 2 - 4 μm. Kloroplas dibatasi oleh membran ganda yang di dalamnya terdapat sistem luar membran interval yang terbenam dalam matriks fluida yang disebut stroma
Membran dalam, kaya akan fosfolipid dan protein. Selain itu, kloroplas juga mengandung pigmen yang paling utama di antaranya adalah klorofil. Klorofil terdapat dalam struktur seperti tumpukan piring yang disebut granum (jamak: grana). Warna hijau klorofil yang tergabung dalam membran, memberi warna hijau pada kloroplas dan sel serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya. Klorofil menangkap energi matahari dan digunakan untuk fotosintesis zat makanan. Jadi, kloroplas merupakan tempat fotosintesis.

Pigmen-pigmen fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi terbagi menjadi dua macam, yaitu klorofil dan karotenoid. Kedua pigmen ini berperan untuk menyerap energi cahaya, kemudian mengubahnya menjadi energi kimia. Kedua pigmen terletak di membran kloroplas. 
Klorofil berfungsi menyerap sinar merah dan biru-ungu, memantulkan sinar hijau, kecuali bila tertutup oleh pigmen warna lain. Karotenoid merupakan pigmen berwarna kuning, orange, merah atau coklat yang menyerap sinar bergelombang antara biru-ungu.

Karotenoid terdapat pada beberapa bunga dan buahbuahan sehingga memiliki warna yang cemerlang dan menarik insekta, burung atau hewan lain untuk membantu penyerbukan atau penyebaran biji. Misalnya, likopen yang merupakan karoten pada kulit buah tomat yang merah. Karotenoid juga berfungsi sebagai pelindung klorofil pada waktu sinar terlalu kuat dan oksidasi oleh oksigen yang dihasilkan dalam proses fotosintesis. Ada dua tipe karotenoid, yaitu karoten dan xantofil.

c. Dinding sel

Sebagian besar ganggang dan semua tumbuhan, di luar membran sel terdapat pembungkus luar yang terdiri atas selulosa polisakarida dan yang membentuk dinding sel yang kaku. Penataan fibril-fibril selulosa terlihat beraturan sehingga terbentuk dinding sel. Sifat-sifat linier molekul-molekul fibril selulosa dan mudahnya pengikatan hidrogen intermolekuler menyebabkan terbentuknya fibril-fibril yang panjang dan kaku.

Selain selulosa, dinding sel juga mengandung polisakarida sebagai konstruksi penguat dinding sel.
 
selamat belajar pembaca Ingin Tahu , Semoga bermanfaat :) Admin.